Sejarah MIPI

 

Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI) adalah salah satu asosiasi perunggasan yang mewadahi anggota dari World’s Poultry Science Association (WPSA) di Indonesia, dan didirikan pada tahun 1992. Ruang lingkup kegiatan MIPI adalah mencakup tiga aspek, yaitu penelitian, pendidikan dan organisasi. Adapun Visi dari MIPI adalah menjadi organisasi profesi yang mampu berperan aktif dalam perunggasan nasional. Sedangkan Misi dari MIPI adalah : (i) menjembatani kebutuhan industry  perunggasan dengan lembaga pendidikan dan penelitian, (ii) meningkatkan kualitas sumberdaya manusia bidang perunggasan, dan (iii) berperan aktif dalam  memecahkan masalah-masalah perunggasan nasional. Dalam mendukung pengembangan serta pemanfaatan sumberdaya genetik unggas yang ada di Indonesia, MIPI merasa perlu untuk bekerjasama dengan lembaga penelitian maupun perguruan tinggi melalui forum ilmiah dan semi-ilmiah. Hal ini berkaitan dengan salah satu misi MIPI yaitu menjembatani kebutuhan industry perunggasan dengan lembaga pendidikan dan penelitian.

 

Kegiatan MIPI mulai diaktifkan lagi sejak tahun 2003 melalui Kongres ke-II dengan pemilihan pengurus baru 2003-2008, dan kemudian diikuti dengan Kongres ke-III pada November 2008 untuk memilih pengurus baru periode 2009-2014, dengan Ketua dan Sekretaris yang sama dengan periode sebelumnya. Kongres ke-IV saat ini merupakan saat pemilihan pengurus baru untuk periode 5 tahun ke depan, meskipun telah terlambat 1 tahun.

Dalam rangka kerjasama dengan Balai Penelitian Ternak dan Fakultas Peternakan IPB, MIPI telah terlibat dalam menyelenggarakan Lokakarya Unggas Air Nasional ke-II pada tahun 2005 untuk membahas hasil-hasil penelitian  serta pemanfaatan teknologi dalam berbagai strategi pengembangan usaha peternakan unggas air. Kegiatan ini mempunyai arti yang sangat penting mengingat bahwa permintaan terhadap produk itik meningkat dengan sangat cepat, khususnya daging itik, namun tidak diikuti dengan peningkatan kemampuan produksi yang memadai. Selain itu, MIPI juga telah terlibat dalam penyelenggaraan Seminar Nasional Unggas Lokal bekerja sama dengan Universitas Diponegoro, dan International Poultry Seminar bekerja sama dengan Universitas Andalas.

Dalam keterlibatannya dengan industry peternakan unggas modern, MIPI telah berhasil menyelenggarakan Symposium Feed, Food and Fuel pada tahun 2008 di Bogor, dan kembali menyelenggarakan Symposium Feed Additives pada 18 November 2015 di Semarang. Dalam kedua symposium tersebut, MIPI berhasil menarik keterlibatan aktif berbagai perusahaan perunggasan baik dalam maupun luar negeri.

Dari segi jumlah keanggotaan, MIPI telah berhasil meningkatkan jumlah anggota dari sekitar 40 orang pada tahun 2003 menjadi 195 orang pada saat ini, yang meliputi anggota dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan perorangan dari perusahaan swasta pelaku industry perunggasan. Jumlah ini mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, dan jumlah keanggotaan ini menentukan status kita yang mempunyai hak suara dalam pemilihan anggota Board of Directors dari WPSA pusat.

Sejak tahun 2013, pengiriman hard-copy dari Jurnal WPS dihentikan dan diganti dengan system journal online yang dapat diakses anggota dengan menggunakan nomer anggota.